Hotel Murah di Pangandaran - Tradisi mudik ke kampung halaman dengan mengendarai sepeda motor telah menjadi tradisi masyarakat Jakarta dari tahun ke tahun. Naik sepeda motor memang murah. Dengan ongkos bensin sebesar Rp 50.000-Rp 100.000, para pemudik bisa sampai di Jawa Tengah. Bandingkan dengan ongkos kendaraan umum yang setiap musim Lebaran selalu naik.
Namun, alasan mudik menggunakan sepeda motor tak semata karena efisiensi biaya transportasi. Ada pula yang beralasan memudahkan mobilitas saat berkunjung ke rumah sanak saudara di kampung halaman. Demikian diakui Kurniawan (42), seorang tukang ojek asal Purwokerto, Jawa Tengah. Lebaran nanti ia pun tetap berencana mudik menggunakan sepeda motor bersama istrinya. Dua anaknya yang lain tak mudik tahun ini.
"Kalau enggak bawa motor, susah keliling pas Hari Raya. Saudara saya kan banyak, pinjam-pinjam sama saudara di sana enggak enak. Mereka juga butuh kendaraan," kata Kurniawan, saat mangkal di kawasan Abdul Muis, Jakarta Pusat.
Selama dua tahun terakhir, Kurniawan selalu mudik bersama para pengojek yang juga berkampung halaman di Purwokerto dan sekitarnya. Ia belum pernah bergabung dengan acara mudik bareng yang mengoordinasi para pemudik sepeda motor.
Naik truk
Apakah tidak melelahkan mengendarai sepeda motor menempuh jarak yang demikian jauh? Risikonya adalah kecelakaan. Adakah cara yang aman dan nyaman membawa sepeda motor ke kampung halaman?
Panitia penyelenggara Mudik Asik Bareng Yamaha, Alex, mengatakan, selain menggelar mudik konvoi menggunakan sepeda motor, Yamaha juga memfasilitasi pengguna sepeda motor Yamaha yang ingin membawa sepeda motornya tanpa mengendarai. Si pemilik naik bus, sepeda motornya dinaikkan truk.
Untuk rute Jakarta-Semarang dan Jakarta-Yogyakarta, panitia menyediakan 20 bus yang akan mengangkut sekitar 1.000 orang dan sembilan truk yang diprediksi bisa membawa 500 motor. "Untuk bus yang membawa penumpang, 10 bus ke Semarang, 10 bus ke Yogyakarta. Untuk motornya nanti menyesuaikan," kata Alex kepada Kompas.com, Jumat (27/8/2010).
Biaya yang dikenakan pun relatif murah. Hanya Rp 50.000 per orang dan tak ada tambahan biaya bagi pemudik yang membawa sepeda motornya. Cara ini memang dijadikan alternatif bagi pemudik yang tak ingin lelah di jalan, tetapi berharap bisa berkendara dengan mudah di kampung halamannya.
Tak hanya Yamaha, Mudik Bareng Honda 2010 juga melakukan hal yang sama. Sebanyak 21 bus disiapkan untuk mengangkut pemudik dan 10 truk untuk membawa sepeda motor. Kalau begini, aman dalam perjalanan, nyaman di kampung halaman!
Namun, alasan mudik menggunakan sepeda motor tak semata karena efisiensi biaya transportasi. Ada pula yang beralasan memudahkan mobilitas saat berkunjung ke rumah sanak saudara di kampung halaman. Demikian diakui Kurniawan (42), seorang tukang ojek asal Purwokerto, Jawa Tengah. Lebaran nanti ia pun tetap berencana mudik menggunakan sepeda motor bersama istrinya. Dua anaknya yang lain tak mudik tahun ini.
"Kalau enggak bawa motor, susah keliling pas Hari Raya. Saudara saya kan banyak, pinjam-pinjam sama saudara di sana enggak enak. Mereka juga butuh kendaraan," kata Kurniawan, saat mangkal di kawasan Abdul Muis, Jakarta Pusat.
Selama dua tahun terakhir, Kurniawan selalu mudik bersama para pengojek yang juga berkampung halaman di Purwokerto dan sekitarnya. Ia belum pernah bergabung dengan acara mudik bareng yang mengoordinasi para pemudik sepeda motor.
Naik truk
Apakah tidak melelahkan mengendarai sepeda motor menempuh jarak yang demikian jauh? Risikonya adalah kecelakaan. Adakah cara yang aman dan nyaman membawa sepeda motor ke kampung halaman?
Panitia penyelenggara Mudik Asik Bareng Yamaha, Alex, mengatakan, selain menggelar mudik konvoi menggunakan sepeda motor, Yamaha juga memfasilitasi pengguna sepeda motor Yamaha yang ingin membawa sepeda motornya tanpa mengendarai. Si pemilik naik bus, sepeda motornya dinaikkan truk.
Untuk rute Jakarta-Semarang dan Jakarta-Yogyakarta, panitia menyediakan 20 bus yang akan mengangkut sekitar 1.000 orang dan sembilan truk yang diprediksi bisa membawa 500 motor. "Untuk bus yang membawa penumpang, 10 bus ke Semarang, 10 bus ke Yogyakarta. Untuk motornya nanti menyesuaikan," kata Alex kepada Kompas.com, Jumat (27/8/2010).
Biaya yang dikenakan pun relatif murah. Hanya Rp 50.000 per orang dan tak ada tambahan biaya bagi pemudik yang membawa sepeda motornya. Cara ini memang dijadikan alternatif bagi pemudik yang tak ingin lelah di jalan, tetapi berharap bisa berkendara dengan mudah di kampung halamannya.
Tak hanya Yamaha, Mudik Bareng Honda 2010 juga melakukan hal yang sama. Sebanyak 21 bus disiapkan untuk mengangkut pemudik dan 10 truk untuk membawa sepeda motor. Kalau begini, aman dalam perjalanan, nyaman di kampung halaman!
Motornya Naik Truk Aja -
Reviewed by Bonita
on
6:00:00 PM
Rating:
No comments: