Paket Wisata Murah - Film 2012 Movies Sangat digemari dan banyak dicari orang di dunia maya ini.Dengan melihat Film 2012 tersebut, banyak orang yang meresa penasaran dan tertarik untuk melihatnya.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Samarinda, Kalimantan Timur KH Zaini Naim meminta masyarakat tidak terpengaruh oleh film 2012.
"Saya minta warga tidak terpengaruh film 2012 yang menggambarkan hari kiamat yang akan terjadi pada 2012," kata Zaini Naim di Samarinda, Sabtu.
Film berdurasi 120 menit yang dibintangi John Cusack dan Amanda Peet tersebut, lanjut Ketua MUI Samarinda itu, hanya cerita fiksi dan tidak menggambarkan fakta tentang kiamat yang sesungguhnya.
Kiamat sesuai yang tercantum dalam Al Quran, kata Zaini Naim, adalah berakhirnya kehidupan di dunia, dan selanjutnya manusia akan dibangkitkan untuk mempertangungjawabkan perbuatannya selama di dunia.
"Jadi tidak satupun mahluk hidup yang bisa lolos dari kiamat, sebab itu adalah akhir dari kehidupan mahluk di dunia. Kiamat bisa kapan saja terjadi sehingga kita tak perlu percaya dengan film itu," katanya.
Ia mengatakan yang digambarkan dalam film 2012 jelas bukan hari kiamat sebab masih ada yang selamat. "Itu hanya hayalan yang sehingga kita tidak boleh mempercayainya," ujar KH. Zaini Naim.
Kiamat menurut pandangan Islam, kata Ketua MUI Samarinda tersebut, merupakan rahasia Allah dan tidak satupun manusia yang bisa mengetahui kapan datangnya.
"Kiamat telah ditentukan oleh Allah dan semuanya telah disebutkan dalam Al Quran. Jadi, kita tak perlu mempercayai isu tentang kiamat pada 2012," ujar Ketua MUI Samarinda itu.
Ia juga meminta masyarakat dan media massa tidak terlalu menggembar-gemborkan film 2012 dan isu kiamat tersebut.
"Setiap mahluk di dunia ini pasti akan merasakan kiamat. Jadi saya meminta isu kiamat tidak perlu dibesar-besarkan sebab akhir kehidupan itu mutlak," kata Ketua MUI Samarinda tersebut.
Sementara Manajer Studio 21 Samarinda Central Plaza (SCP) Bono Supriono mengatakan film 2012 yang diputar sejak 13 November 2009 terus dibanjiri penonton setiap hari.
"Jumlah penonton mencapai rata-rata 600 hingga 2.000 orang per hari. Namun, mulai Sabtu kami menambah satu studio yakni studio 3 untuk menampung jumlah penonton yang terus membludak. Jadi sampai sekarang sudah tiga studio digunakan untuk mengakomodasi keinginan warga menonton film tersebut," katanya.
Salah seorang warga Samarinda Rusli mengatakan terpaksa mengantre berjam-jam untuk mendapatkan tiket film 2012.
"Saya baru dapat tiket setelah mengantre lebih tiga jam," ujar Rusli.
Lain halnya dengan warga Samarinda lainnya Salmah yang mengatakan terpaksa membeli VCD bajakan film 2012 karena tidak mau repot mengantre di bioskop.
"Tidak perlu menonton di bioskop sebab sekarang VCD bajakan film itu banyak dijual di pinggir jalan. Saya membelinya Rp10 ribu," katanya.
Film yang menggambarkan kiamat pada 2012 itu, menurut Salmah, tidak seperti apa yang dibayangkan sebelumnya.
"Film itu tidak terlalu heboh seperti yang saya bayangkan sebelum menonton. Saya menilai film 2012 hanya khayalan sutradara sebab tidak mungkin ada orang yang masih hidup saat kiamat," katanya.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Samarinda, Kalimantan Timur KH Zaini Naim meminta masyarakat tidak terpengaruh oleh film 2012.
"Saya minta warga tidak terpengaruh film 2012 yang menggambarkan hari kiamat yang akan terjadi pada 2012," kata Zaini Naim di Samarinda, Sabtu.
Film berdurasi 120 menit yang dibintangi John Cusack dan Amanda Peet tersebut, lanjut Ketua MUI Samarinda itu, hanya cerita fiksi dan tidak menggambarkan fakta tentang kiamat yang sesungguhnya.
Kiamat sesuai yang tercantum dalam Al Quran, kata Zaini Naim, adalah berakhirnya kehidupan di dunia, dan selanjutnya manusia akan dibangkitkan untuk mempertangungjawabkan perbuatannya selama di dunia.
"Jadi tidak satupun mahluk hidup yang bisa lolos dari kiamat, sebab itu adalah akhir dari kehidupan mahluk di dunia. Kiamat bisa kapan saja terjadi sehingga kita tak perlu percaya dengan film itu," katanya.
Ia mengatakan yang digambarkan dalam film 2012 jelas bukan hari kiamat sebab masih ada yang selamat. "Itu hanya hayalan yang sehingga kita tidak boleh mempercayainya," ujar KH. Zaini Naim.
Kiamat menurut pandangan Islam, kata Ketua MUI Samarinda tersebut, merupakan rahasia Allah dan tidak satupun manusia yang bisa mengetahui kapan datangnya.
"Kiamat telah ditentukan oleh Allah dan semuanya telah disebutkan dalam Al Quran. Jadi, kita tak perlu mempercayai isu tentang kiamat pada 2012," ujar Ketua MUI Samarinda itu.
Ia juga meminta masyarakat dan media massa tidak terlalu menggembar-gemborkan film 2012 dan isu kiamat tersebut.
"Setiap mahluk di dunia ini pasti akan merasakan kiamat. Jadi saya meminta isu kiamat tidak perlu dibesar-besarkan sebab akhir kehidupan itu mutlak," kata Ketua MUI Samarinda tersebut.
Sementara Manajer Studio 21 Samarinda Central Plaza (SCP) Bono Supriono mengatakan film 2012 yang diputar sejak 13 November 2009 terus dibanjiri penonton setiap hari.
"Jumlah penonton mencapai rata-rata 600 hingga 2.000 orang per hari. Namun, mulai Sabtu kami menambah satu studio yakni studio 3 untuk menampung jumlah penonton yang terus membludak. Jadi sampai sekarang sudah tiga studio digunakan untuk mengakomodasi keinginan warga menonton film tersebut," katanya.
Salah seorang warga Samarinda Rusli mengatakan terpaksa mengantre berjam-jam untuk mendapatkan tiket film 2012.
"Saya baru dapat tiket setelah mengantre lebih tiga jam," ujar Rusli.
Lain halnya dengan warga Samarinda lainnya Salmah yang mengatakan terpaksa membeli VCD bajakan film 2012 karena tidak mau repot mengantre di bioskop.
"Tidak perlu menonton di bioskop sebab sekarang VCD bajakan film itu banyak dijual di pinggir jalan. Saya membelinya Rp10 ribu," katanya.
Film yang menggambarkan kiamat pada 2012 itu, menurut Salmah, tidak seperti apa yang dibayangkan sebelumnya.
"Film itu tidak terlalu heboh seperti yang saya bayangkan sebelum menonton. Saya menilai film 2012 hanya khayalan sutradara sebab tidak mungkin ada orang yang masih hidup saat kiamat," katanya.
Film 2012
Reviewed by Bonita
on
3:29:00 PM
Rating:
No comments: