Hotel di Bali - Sektor layanan, dipercaya Nokia Siemens Network (NSN) akan menjadi faktor pembeda dari tiap perusahaan penyedia infrastruktur. Hal ini diungkapkan, Dharmesh Malhotra, Head of Services Sub Region Indonesia dalam diskusi mengenai "NSN Transformation in Telecommunication Industry". Dari sektor layanan ini, NSN juga berhasil meraup 45% pendapatannya disamping pendapatan dari bisnis utamanya sebagai vendor perangkat telekomunikasi.
Untuk itu Nokia, NSN terus menumbuhkan bisnis layanan mereka di kalangan pengguna. Salah satunya adalah dengan memberikan layanan alih daya. Pembangunan jaringan, operasional dan perawatan jaringan, produksi dan layanan, dukungan bisnis, hingga interaksi pelanggan, merupakan lima sektor yang ditangani operator tradisional dalam menjalankan bisnisnya. NSN kemudian memberikan tawaran alih daya layanan manajemen (manage service) agar operator bisa lebih fokus menangani bisnis dan inovasi perusahaan ketimbang mengurusi urusan harian yang menyita sumber daya. Selain itu, layanan ini juga digadang-gadang dapat mengurangi biaya operasional.
Dari lima sektor yang secara tradisional dilakukan operator seperti disebutkan di atas, NSN memberikan tawaran alih daya untuk sektor pembangunan jaringan, operasional dan pemeliharaan, hingga interaksi dengan pelanggan. Ke depannya, layanan dukungan bisnis pun akan ditangani perusahaan ini.
Malhotra optimis dengan masa depan sektor layanan ini. Sebab menurutnya, para operator mulai melirik transformasi bisnis yang banyak ditawarkan vendor infrastruktur ini. Selain itu, banyak negara di Eropa dan Amerika Latin telah menerapkan model bisnis alih daya seperti ini. Sehingga tren melakukan alih daya menurutnya juga akan segera terjadi di Indonesia.
NSN juga berusaha meyakinkan bahwa perusahaan mereka kompeten dalam penanganan alih daya seperti ini. "Kami tahu bagaimana menangani operasional dalam skala global," jelas NSN seperti tertera dalam presentasinya. Hasilnya, dari kemitraan yang dijalin dengan NSN, pelangganya dapat mengoptimalkan operasional sebesar 30% melalui organisasional terpusat, peningkatan kualitas dan performa dengan pengurangan kesalahan jaringan rata-rata sebesar 50%.
Untuk itu Nokia, NSN terus menumbuhkan bisnis layanan mereka di kalangan pengguna. Salah satunya adalah dengan memberikan layanan alih daya. Pembangunan jaringan, operasional dan perawatan jaringan, produksi dan layanan, dukungan bisnis, hingga interaksi pelanggan, merupakan lima sektor yang ditangani operator tradisional dalam menjalankan bisnisnya. NSN kemudian memberikan tawaran alih daya layanan manajemen (manage service) agar operator bisa lebih fokus menangani bisnis dan inovasi perusahaan ketimbang mengurusi urusan harian yang menyita sumber daya. Selain itu, layanan ini juga digadang-gadang dapat mengurangi biaya operasional.
Dari lima sektor yang secara tradisional dilakukan operator seperti disebutkan di atas, NSN memberikan tawaran alih daya untuk sektor pembangunan jaringan, operasional dan pemeliharaan, hingga interaksi dengan pelanggan. Ke depannya, layanan dukungan bisnis pun akan ditangani perusahaan ini.
Malhotra optimis dengan masa depan sektor layanan ini. Sebab menurutnya, para operator mulai melirik transformasi bisnis yang banyak ditawarkan vendor infrastruktur ini. Selain itu, banyak negara di Eropa dan Amerika Latin telah menerapkan model bisnis alih daya seperti ini. Sehingga tren melakukan alih daya menurutnya juga akan segera terjadi di Indonesia.
NSN juga berusaha meyakinkan bahwa perusahaan mereka kompeten dalam penanganan alih daya seperti ini. "Kami tahu bagaimana menangani operasional dalam skala global," jelas NSN seperti tertera dalam presentasinya. Hasilnya, dari kemitraan yang dijalin dengan NSN, pelangganya dapat mengoptimalkan operasional sebesar 30% melalui organisasional terpusat, peningkatan kualitas dan performa dengan pengurangan kesalahan jaringan rata-rata sebesar 50%.
Outsource Telco Masih Terus Tumbuh
Reviewed by Bonita
on
7:54:00 AM
Rating:
No comments: