Hotel di Lombok - pakai HT Mobile G32 ibarat menikmati BlackBerry Gemini bercita rasa lokal. Sepintas wajah ponsel dual on GSM-GSM itu memang menyerupai BlackBerry Gemini. Struktur keypad dan desain penutup baterainya relatif mirip. Sama dengan Gemini alias Curve 8520, di sisi atas G32 terdapat sederet tombol pemutar multimedia.
Di bawah layar, tersedia trackpad yang benar-benar dapat difungsikan layaknya trackpad BlackBerry. Akurasi dan kecepatan pergerakannya tergolong bagus. Tingkat kenyamanannya memang masih sedikit di bawah trackpad Gemini. Namun, itu jauh lebih bagus daripada tombol navigasi serupa di Beyond B72 yang pernah dibahas di halaman ini.
Pengguna bisa mengatur agar bersamaan dengan sapuan jari di permukaan trackpad, ponsel akan bergetar. Dengan demikian, pengguna seolah diberi tahu kalau instruksi yang diberikan berhasil.
Sisi menarik G32, ia dilengkapi konektivitas wifi. Ada pula bluetooth dan pengubah suara. Konektor kabel datanya berjenis microUSB, sama dengan sebagian tipe peranti BlackBerry ataupun Nokia. Bertukar kabel data antara G32, BlackBerry Onyx, dan Nokia E72 bisa penulis lakukan tanpa kendala. Untuk mengisi ulang baterai G32, pengguna dapat memanfaatkan charger Nokia colokan bundar kecil alias 2 mm.
Kapasitas buku telepon ponsel berharga jual Rp 1,125 juta itu tergolong lega. Yakni, dua ribu nama secara multiple entry. Satu nama bisa dipadukan dengan beberapa nomor telepon.
Memori internal 81,9 MB, slot microSD, GPRS/EDGE, radio FM, dan kamera dua megapiksel adalah sebagian spesifikasi lain G32. File MP3 dapat diaktifkan sebagai nada dering telepon dan SMS.
Beberapa aplikasi berbasis Java telah diinstalasikan. Untuk browsing, pengguna dapat memanfaatkan Opera Mini. Gemar chatting? Tersedia aplikasi eBuddy. Ada pula Snaptu yang dapat dioptimalkan untuk mengakses Facebook dan Twitter.
Sama dengan beragam tipe ponsel merek lokal buatan Tiongkok, sensor gerak telah dibenamkan ke dalam G32.
Ada satu perbaikan utama yang tampaknya perlu segera dilakukan pada G32. Yakni, perbaikan secara firmware, bukan hardware. Entah mengapa, setelah digunakan untuk membuka beberapa halaman web, lalu penulis menekan tombol back, tampilan halaman nyaris selalu tidak sempurna. Tampilan di sisi kiri dan kanan layar tetap normal, tetapi bagian tengah menjadi kosong. Hal itu tidak terjadi bila berlembar-lembar halaman web dibuka tanpa menekan tombol back
Di bawah layar, tersedia trackpad yang benar-benar dapat difungsikan layaknya trackpad BlackBerry. Akurasi dan kecepatan pergerakannya tergolong bagus. Tingkat kenyamanannya memang masih sedikit di bawah trackpad Gemini. Namun, itu jauh lebih bagus daripada tombol navigasi serupa di Beyond B72 yang pernah dibahas di halaman ini.
Pengguna bisa mengatur agar bersamaan dengan sapuan jari di permukaan trackpad, ponsel akan bergetar. Dengan demikian, pengguna seolah diberi tahu kalau instruksi yang diberikan berhasil.
Sisi menarik G32, ia dilengkapi konektivitas wifi. Ada pula bluetooth dan pengubah suara. Konektor kabel datanya berjenis microUSB, sama dengan sebagian tipe peranti BlackBerry ataupun Nokia. Bertukar kabel data antara G32, BlackBerry Onyx, dan Nokia E72 bisa penulis lakukan tanpa kendala. Untuk mengisi ulang baterai G32, pengguna dapat memanfaatkan charger Nokia colokan bundar kecil alias 2 mm.
Kapasitas buku telepon ponsel berharga jual Rp 1,125 juta itu tergolong lega. Yakni, dua ribu nama secara multiple entry. Satu nama bisa dipadukan dengan beberapa nomor telepon.
Memori internal 81,9 MB, slot microSD, GPRS/EDGE, radio FM, dan kamera dua megapiksel adalah sebagian spesifikasi lain G32. File MP3 dapat diaktifkan sebagai nada dering telepon dan SMS.
Beberapa aplikasi berbasis Java telah diinstalasikan. Untuk browsing, pengguna dapat memanfaatkan Opera Mini. Gemar chatting? Tersedia aplikasi eBuddy. Ada pula Snaptu yang dapat dioptimalkan untuk mengakses Facebook dan Twitter.
Sama dengan beragam tipe ponsel merek lokal buatan Tiongkok, sensor gerak telah dibenamkan ke dalam G32.
Ada satu perbaikan utama yang tampaknya perlu segera dilakukan pada G32. Yakni, perbaikan secara firmware, bukan hardware. Entah mengapa, setelah digunakan untuk membuka beberapa halaman web, lalu penulis menekan tombol back, tampilan halaman nyaris selalu tidak sempurna. Tampilan di sisi kiri dan kanan layar tetap normal, tetapi bagian tengah menjadi kosong. Hal itu tidak terjadi bila berlembar-lembar halaman web dibuka tanpa menekan tombol back
Blackberry gemini Yang Asri
Reviewed by Bonita
on
10:18:00 AM
Rating:
No comments: